Kamis, 13 Oktober 2011

Bulan dan Bintang


Malam ini tenang ku berdiri
Merenung tatap kesunyian
Terpejam oleh hembusan angin
Tak ku rasa penat ataupun duri

Minggu, 09 Oktober 2011

Cinta Orang Rendahan

Sering aku bertanya
Mengapa cinta itu indah
Berapa besar arti cinta
Pada orang-orang rendah

Selalu aku jumpai
Pasangan yang selalu meresapi
Tapi apakah cinta
Yang membuat mereka gila

Senin, 03 Oktober 2011

Maafkan Aku Sahabat

Sahabat....
Engkau pergi tinggalkan kisah
Tanpa hiasan dan juga tanpa goresan
Sesaat ku melangkah jauh
Tak ku dengar kabar senyummu

Sahabat....
Sadarkah engkau
Betapa rindu diri ini
Untuk mengukir lembar
Kisah-kisah saat kita bersama

Jumat, 30 September 2011

Akhiri Dengan Indah

Hidup terlalu susah untuk dijalani
Begitu banyak misteri
Yang belum tersingkap

Masalah di jiwa maupun di hati
Ketulusan merupakan tanda jasa
Bukan halnya kebohongan
Yang harus dipendam

I Love U

Disaat benih-benih cintamu mulai kurasakan
Disaat itu pula kebahagiaan datang
Menerangi kegelapan dalam hidupku
Dan memberikan kesejukkan dalam hatiku
Ketika dirimu hadir mengisi hari-hariku

Ungkapan kata cinta belum terucap dari bibirmu
Tapi sikapmu telah menggantikan ungkapan cinta

Pengorbanan Hidup

Degupan detak jantung
Iringi putar sang waktu
Melangkah bagai polisi patroli
Berjuang untuk hidup

Musim pengiring telah berganti
Waktu pun ikut bergilir
Menemani jejak-jejak hari
Mengisi lembar cerita baru

Di tengah jalan setapak
Aku berteriak dan lari
Tanpa henti hingga lelah
Hentikan jerit hati

Kamis, 29 September 2011

Derita Si Hina

Ya Allah ...
Malam ini aku terlanda duka
Ingin rasanya mengurai air mata
Kurasakan sungguh siksa derita

Aku sedih
Di saat orang-orang mampu terlelap
Di saat orang-orang indah menuai mimpi
Di saat itu pula mereka merebahkan sekujur tubuhnya

..... SahabaT .....

Sahabatku ....
Tak ingin aku menyia-nyiakanmu
Setiap duka maupun suka
Merasakan semua bersama-sama

Bagaikan bumi dan langit
Selalu bersatu walaupun pahit
Mengerti dan memahami
Maksud dan tujuan hati

Rabu, 28 September 2011

Malam, Rembulan dan Bintang

Malam ....
Terasa sedih dan pilu hati ini
Tak tahu apa yang harus ku perbuat
Untuk menyingkap duri-duri di hati

Gundah ini selalu menyiksa
Tak tenang rasa tuk bisa bermimpi
Apa yang harus ku perbuat
Agar mampu bermimpi indah

Malam ....
Berikanlah senyum manisku
Agar dapat temani diriku
Untuk ternyenyak dalam tidurku

Hasrat Perempuan

Ada pesan di balik kematian
Ada luka diantara perasaan
Dan ada duka menanti di kehidupan
Mengalir deras pada kenyataan

Terukir indah dalam angan
Terlukis menjadi kenangan
Membaur jadikan kepahitan
Dalam dekap kegelapan

Di Bawah Senja

Kutatap indah langit sore itu
Tersenyum manis pancaran senja
Diiringi melodi deru ombak
Berlari dan menepi

Tak kuasa aku menikmati
Aroma sejuk pada sore itu
Terhisap segar dalam kalbu
Seakan damai aku merengkuh

Selasa, 27 September 2011

Indah Menjadi Buah Rindu

Bagai pesona alam yang memancarkan keindahan
Selalu takjub akan sejuknya pepohonan
Rindang dan teduh menjadi kenyamanan
Damai dan tenang jadikan keharmonisan

Hatiku bernyanyi dengan lagam
Untuk bidadari yang menyadarkanku dari hitam
Mempesona seperti alam
Hidup menjadi manis jauh dari asam

Rimbunnya pohon beringin
Takkan mampu menjadikan musim dingin
Bersanding dengan rumput ilalang
Hapuskan duka menjadi hilang

Ingin hari ini ingin aku memelukmu
Dengan semua rasa yang ada di benakku

Mencurahkan isi hatiku
Dengan belaian sayang penuh rindu

Sayang haruskah aku menangis
Datang di hadapanmu dengan mengemis
Di bawah langit bercucur gerimis
Menahan rindu yang teramat sadis

Senin, 26 September 2011

Harapan.....


Masih ada harapan tuk menggapai cinta
Masih ada impian tuk memperoleh kasih
Masih ada rasa tuk menyentuh sayang

Jiwa dan raga selalu menyatu
Cinta dan sayang haruslah bersanding
Begitu pula dengan perasaan ini


Kelam Acuan Mimpi

Duduk terdiam terangkul sunyi
Pemandangan kelam telah menggerogoti
Kecil wujudku menjadi ciut
Lantunan masa lalu buatku mengkerut

Aku terus berlari
Tapi bayangan hitam terus mengikuti
Goresan kelam tubuh terpecut
Seperti mendapat gelar Sang Pengecut

Jiwa ini terlalu dini
Mengikuti jejak bumi
Yang terlunta dan butut
Dan berjanji tuk menuntut

Wahai hari
Bantulah aku tuk berdiri
Untuk wujudkan mimpi
Yang selama ini menjadi misteri

Walau terus terjatuh
Impian menjadi keharusan
Untuk tetap berteduh
Dari keterpurukan


Satu Cinta


Kaulah bahagiaku
Engkaulah senyumku

Sayang
maafkan aku yang tak pernah ada saat kau butuh
yang tak pernah mengerti apa yang kau maksud
yang tak pernah memberi apa yang kau mau
Sayangku
jangan pernah berfikir aku adalah
aku yang sebelumnya
Aku sangat menyayangimu
tak bisa lagi aku sia-siakan kasih tulusmu
tak bisa lagi aku menyakiti persaanmu


Kamis, 22 September 2011

Sayap Terluka



Dalam keributan hembusan angin
Terbanglah aku sang camar hina
Mencari singgahan andainya kau sudi
Menghampa kasih di taman hati

Selama ku puja kini jadi nyata
Sayang hanya untuk seketika
Sayapku terluka ditimpa bencana
Tinggallah di sini aku sendiri yang sengsara

Aku tau diri ini bagai menggapai bintang di langit
Tersingkir jatuh tiada pernah kau peduli
Rapuhnya cinta patah terlukai di ranting hampa
Pedih terluka tiada siapa yang mengandalkan

Kini terbuktilah cinta dan kasihku
Umpama pungguk merindukan bulan
Tak mungkin tercapai hasrat dalam hati
Walaupun harus aku tunggu
Seribu tahun lagi ....

Biarpun menderita biarpun sengsara
Aku rela menjadi mangsa yang lain
Akan ku simpan di nurani ini
Kenang-kenangan hingga akhir hayatku

True Love


'me and you'
cinta tetap bersinar
walau jarak kita jauh
sayang tetap ada
walau raga kita terpisah
hati akan tetap menyatu
walau rintangan menghadang
kesetiaan kan selalu
membuat kita bertahan

"Tebal Merindu"

mo*.*za

Kering hatiku tandusnya jiwaku
menahan rinduku padamu
lelah langkahku perihnya bantinku
dimana dirimu kasihku

kekasih peluklah diriku
jangan pernah kau lepaskan aku
gengamlah erat jemariku
jangan kau tinggalkan aku