Hidup terlalu susah untuk dijalani
Begitu banyak misteri
Yang belum tersingkap
Masalah di jiwa maupun di hati
Ketulusan merupakan tanda jasa
Bukan halnya kebohongan
Yang harus dipendam
Jumat, 30 September 2011
I Love U
Disaat benih-benih cintamu mulai kurasakan
Disaat itu pula kebahagiaan datang
Menerangi kegelapan dalam hidupku
Dan memberikan kesejukkan dalam hatiku
Ketika dirimu hadir mengisi hari-hariku
Ungkapan kata cinta belum terucap dari bibirmu
Tapi sikapmu telah menggantikan ungkapan cinta
Disaat itu pula kebahagiaan datang
Menerangi kegelapan dalam hidupku
Dan memberikan kesejukkan dalam hatiku
Ketika dirimu hadir mengisi hari-hariku
Ungkapan kata cinta belum terucap dari bibirmu
Tapi sikapmu telah menggantikan ungkapan cinta
Pengorbanan Hidup
Degupan detak jantung
Iringi putar sang waktu
Melangkah bagai polisi patroli
Berjuang untuk hidup
Musim pengiring telah berganti
Waktu pun ikut bergilir
Menemani jejak-jejak hari
Mengisi lembar cerita baru
Di tengah jalan setapak
Aku berteriak dan lari
Tanpa henti hingga lelah
Hentikan jerit hati
Iringi putar sang waktu
Melangkah bagai polisi patroli
Berjuang untuk hidup
Musim pengiring telah berganti
Waktu pun ikut bergilir
Menemani jejak-jejak hari
Mengisi lembar cerita baru
Di tengah jalan setapak
Aku berteriak dan lari
Tanpa henti hingga lelah
Hentikan jerit hati
Kamis, 29 September 2011
Derita Si Hina
Ya Allah ...
Malam ini aku terlanda duka
Ingin rasanya mengurai air mata
Kurasakan sungguh siksa derita
Aku sedih
Di saat orang-orang mampu terlelap
Di saat orang-orang indah menuai mimpi
Di saat itu pula mereka merebahkan sekujur tubuhnya
..... SahabaT .....
Sahabatku ....
Tak ingin aku menyia-nyiakanmu
Setiap duka maupun suka
Merasakan semua bersama-sama
Bagaikan bumi dan langit
Selalu bersatu walaupun pahit
Mengerti dan memahami
Maksud dan tujuan hati
Tak ingin aku menyia-nyiakanmu
Setiap duka maupun suka
Merasakan semua bersama-sama
Bagaikan bumi dan langit
Selalu bersatu walaupun pahit
Mengerti dan memahami
Maksud dan tujuan hati
Rabu, 28 September 2011
Malam, Rembulan dan Bintang
Malam ....
Terasa sedih dan pilu hati ini
Tak tahu apa yang harus ku perbuat
Untuk menyingkap duri-duri di hati
Gundah ini selalu menyiksa
Tak tenang rasa tuk bisa bermimpi
Apa yang harus ku perbuat
Agar mampu bermimpi indah
Malam ....
Berikanlah senyum manisku
Agar dapat temani diriku
Untuk ternyenyak dalam tidurku
Terasa sedih dan pilu hati ini
Tak tahu apa yang harus ku perbuat
Untuk menyingkap duri-duri di hati
Gundah ini selalu menyiksa
Tak tenang rasa tuk bisa bermimpi
Apa yang harus ku perbuat
Agar mampu bermimpi indah
Malam ....
Berikanlah senyum manisku
Agar dapat temani diriku
Untuk ternyenyak dalam tidurku
Hasrat Perempuan
Ada pesan di balik kematian
Ada luka diantara perasaan
Dan ada duka menanti di kehidupan
Mengalir deras pada kenyataan
Terukir indah dalam angan
Terlukis menjadi kenangan
Membaur jadikan kepahitan
Dalam dekap kegelapan
Di Bawah Senja
Kutatap indah langit sore itu
Tersenyum manis pancaran senja
Diiringi melodi deru ombak
Berlari dan menepi
Tak kuasa aku menikmati
Aroma sejuk pada sore itu
Terhisap segar dalam kalbu
Seakan damai aku merengkuh
Tersenyum manis pancaran senja
Diiringi melodi deru ombak
Berlari dan menepi
Tak kuasa aku menikmati
Aroma sejuk pada sore itu
Terhisap segar dalam kalbu
Seakan damai aku merengkuh
Selasa, 27 September 2011
Indah Menjadi Buah Rindu
Bagai pesona alam yang memancarkan keindahan
Selalu takjub akan sejuknya pepohonan
Rindang dan teduh menjadi kenyamanan
Damai dan tenang jadikan keharmonisan
Hatiku bernyanyi dengan lagam
Untuk bidadari yang menyadarkanku dari hitam
Mempesona seperti alam
Hidup menjadi manis jauh dari asam
Rimbunnya pohon beringin
Takkan mampu menjadikan musim dingin
Bersanding dengan rumput ilalang
Hapuskan duka menjadi hilang
Ingin hari ini ingin aku memelukmu
Dengan semua rasa yang ada di benakku
Mencurahkan isi hatiku
Dengan belaian sayang penuh rindu
Sayang haruskah aku menangis
Datang di hadapanmu dengan mengemis
Di bawah langit bercucur gerimis
Menahan rindu yang teramat sadis
Selalu takjub akan sejuknya pepohonan
Rindang dan teduh menjadi kenyamanan
Damai dan tenang jadikan keharmonisan
Hatiku bernyanyi dengan lagam
Untuk bidadari yang menyadarkanku dari hitam
Mempesona seperti alam
Hidup menjadi manis jauh dari asam
Rimbunnya pohon beringin
Takkan mampu menjadikan musim dingin
Bersanding dengan rumput ilalang
Hapuskan duka menjadi hilang
Ingin hari ini ingin aku memelukmu
Dengan semua rasa yang ada di benakku
Mencurahkan isi hatiku
Dengan belaian sayang penuh rindu
Sayang haruskah aku menangis
Datang di hadapanmu dengan mengemis
Di bawah langit bercucur gerimis
Menahan rindu yang teramat sadis
Senin, 26 September 2011
Harapan.....
Masih ada harapan tuk menggapai cinta
Masih ada impian tuk memperoleh kasih
Masih ada rasa tuk menyentuh sayang
Jiwa dan raga selalu menyatu
Cinta dan sayang haruslah bersanding
Begitu pula dengan perasaan ini
Masih ada impian tuk memperoleh kasih
Masih ada rasa tuk menyentuh sayang
Jiwa dan raga selalu menyatu
Cinta dan sayang haruslah bersanding
Begitu pula dengan perasaan ini
Kelam Acuan Mimpi
Pemandangan kelam telah menggerogoti
Kecil wujudku menjadi ciut
Lantunan masa lalu buatku mengkerut
Aku terus berlari
Tapi bayangan hitam terus mengikuti
Goresan kelam tubuh terpecut
Seperti mendapat gelar Sang Pengecut
Jiwa ini terlalu dini
Mengikuti jejak bumi
Yang terlunta dan butut
Dan berjanji tuk menuntut
Wahai hari
Bantulah aku tuk berdiri
Untuk wujudkan mimpi
Yang selama ini menjadi misteri
Walau terus terjatuh
Impian menjadi keharusan
Untuk tetap berteduh
Dari keterpurukan
Satu Cinta
Sayang
maafkan aku yang tak pernah ada saat kau butuh
yang tak pernah mengerti apa yang kau maksud
yang tak pernah memberi apa yang kau mau
maafkan aku yang tak pernah ada saat kau butuh
yang tak pernah mengerti apa yang kau maksud
yang tak pernah memberi apa yang kau mau
Sayangku
jangan pernah berfikir aku adalah
aku yang sebelumnya
jangan pernah berfikir aku adalah
aku yang sebelumnya
Aku sangat menyayangimu
tak bisa lagi aku sia-siakan kasih tulusmu
tak bisa lagi aku menyakiti persaanmu
tak bisa lagi aku sia-siakan kasih tulusmu
tak bisa lagi aku menyakiti persaanmu
Kamis, 22 September 2011
Sayap Terluka
![]() |
Dalam keributan hembusan angin
Terbanglah aku sang camar hina
Mencari singgahan andainya kau sudi
Menghampa kasih di taman hati
Selama ku puja kini jadi nyata
Sayang hanya untuk seketika
Sayapku terluka ditimpa bencana
Tinggallah di sini aku sendiri yang sengsara
Aku tau diri ini bagai menggapai bintang di langit
Tersingkir jatuh tiada pernah kau peduli
Rapuhnya cinta patah terlukai di ranting hampa
Pedih terluka tiada siapa yang mengandalkan
Kini terbuktilah cinta dan kasihku
Umpama pungguk merindukan bulan
Tak mungkin tercapai hasrat dalam hati
Walaupun harus aku tunggu
Seribu tahun lagi ....
Biarpun menderita biarpun sengsara
Aku rela menjadi mangsa yang lain
Akan ku simpan di nurani ini
Kenang-kenangan hingga akhir hayatku
Langganan:
Postingan (Atom)











